Imogiri, Yogyakarta. Jangan tanya kemana aku pergi selama satu bulan ini ya readers, karena sedang ada tugas negara yang tidak bisa diwakilkan. Jadi, mulai Juli sampai September ini aku magang atau praktik mengajar di sekolah tepatnya di SMA Negeri 1 Imogiri. SMA Negeri 1 Imogiri terletak di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kalau menggunakan sepeda motor, jarak tempuhnya dari kota Jogja sekitar 29-34 menit tergantung lalu lintas. Nah, bagi yang pernah ke Makam Raja Imogiri atau wisata Bukit Sosok pasti akan melintasi sekolah ini. Akses kendaraannya juga mudah dan lancar, bahkan di awal mengijakkan kaki di sekolah aku sudah dikagetkan ketika beberapa siswa memesan makanan via aplikasi ojek online. Wah itu membuktikan bahwa sekolah ini sudah sangat terdepan. 




Tidak jauh berbeda dengan sekolah menengah lainnya, sekolah ini juga memiliki banyak kelebihan. Ketika memasuki pintu depan saja sudah disambut dengan puluhan piala kemenangan yang diperoleh sekolah. Sejak awal berdirinya pada 1 April 1990, sekolah ini memang cukup dipandang dalam hal prestasi sekolah baik akademik maupun non-akademik. Jadi wajar dong kalau ada rasa senang ketika mendapat floating di SMA Negeri 1 Imogiri. Sudah kebayang akan mendapatkan banyak pelajaran dan keseruan selama disini. Terbukti dari awal sampai akhir semuanya berjalan dengan baik dan selalu meninggalkan kesan yang unforgettable pokoknya.


Aku dapat jatah mengajar di kelas XII readers, tepatnya di XII MIPA 1, MIPA 2, MIPA 3 dan XII IPS 1. Awalnya agak sedikit ngeri dengan kata kelas XII dimana itu artinya akan ketemu siswa yang sudah akil-baliq dan berwawasan luas, terlebih anak-anak sekarang sudah sangat milenial. Salah satu yang paling aku harus persiapkan adalah mental dan pemahaman akan materi ajar. Bagaimanapun juga teacher always smart than student, jadi materinya dipahami dengan baik sebelum terjun mengajar. Didahului dengan observasi dan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar, ternyata diluar dugaan! siswanya responsif dan nurutan. Semua materi yang diajarkan dapat dicerna dengan baik, terbukti nilai latihan dan tugasnya tinggi-tinggi. Wah tentu itu sangat menyenangkan bagi seorang guru. Walau pas ulangan ada beberapa kurang beberapa angka dibawah KKM dan harus remidi tapi akhirnya tuntas. Kejadian unik pasti ada. Misalnya ketika mereka dapet tugas untuk mengirimkan tugas melalui email tapi tidak punya paketan sehingga aku harus rela tathering berbagi paketan dengan mereka, belum lagi pas dengerin cerita lucu mereka pas ngerjain project membuat video yang berkaitan dengan materi. Ada yang nyaris putus asa karena salah-take-salah, filenya kebesaran, tidak bisa di play, sampai bingung mau ngirimnya bagaimana. Aduuh, itu lucu sekali. Over all, semuanya berakhir bahagia. Terima kasih ya temen-temen, sampai ketemu di lain waktu! (HSA).