Yogyakarta, Setelah beberapa waktu yang lalu menghabiskan masa lebaran Idul Fitri di Kebumen. Saatnya kembali ke kota pelajar. Langsung disambut sama beberapa planning bepergian, tapi sepertinya ada hal yang paling penting yaitu sungkem ke dosen dikampus. Seperti yang kita tahu lah, dosen pembimbing bagi mahasiswa perantauan itu udah kayak pengganti orangtua, jadi jangan terlewatkan untuk bermaaf-maaf an. Ini pertama kalinya sih lebaran ke tempat dosen, karena lebaran-lebaran sebelumnya aku selalu menghabiskan masa liburan di tempat mbah di Kebumen, lebaran kemarin ke Salatiga, lalu ke Semarang, begitu sampai ke Jogja lebarannya sudah rampung. Makanya khusus kali ini bener-bener di agendakan. Sebenarnya ada sedikit kesedihan begitu bilang akan kembali ke Jogja sama mbah di Kebumen, beliau sih mikirnya aku akan lama disana, jadi ada sedikit kesenduan didalam dada ini pas menghidupkan motor dan memandang ada kerinduan yang belum sepenuhnya terbayar di mata mbah. Beliau bilang "hati-hati dijalan, jangan ngebut". Yahh, secepatnya akan pulang ke Kebumen lagi deh. Untungnya ya mbah pengertian, mengingat memang kerjaanku juga sudah menumpuk, begitu juga dengan deadline kampus.


Hari pertama di kota pelajar, masih sepi, ternyata beberapa dosen juga ada acara. Wah ini. Dua hari kemudian baru ada kesempatan ke tempat dosen pembimbing, Ibu Restu. Karena memang belum pernah kesana, aku ajakin beberapa temen, Tadinya ada Sonia, Taufik, Astrita, Made, dan Mas Chandra. Tapi karena Astrita mendadak sakit perut dan Taufik harus masuk kerja jadinya keduanya nggak ikut. Meski begitu dengan ketiga teman lainnya jadilah lebaran kali ini sungkem sama dosen cantik ini, hehe. Seru pokoknya. Tadinya Sonia sempet bilang cukup setengah jam saja bertamunya karena bakal 'canggung' ngobrol sama dosen diluar kampus. Ealah yang terjadi malah sebaliknya, kita sampai pukul 14.00an pulangnya hampir 17.00. Lama juga ternyata. Obrolannya juga cair. Hihi. Terima kasih banyak dah buat Bu Restu sudah kita ganggu tidur siangnya, pempek Palembang dan pizzanya juga. Plus pose foto seru-seruannya bareng kita.




Pulangnya sih masih sempet-sempetnya menikmati nasi goreng dan yamie goreng deket kontrakan. Pokoknya seharian ini unforgettable. Kalau kamu baca caption di Instagramku, ada sebaris kalimat yang akan mewakili perjalanan kali ini, yaap "belajar menabung untuk rindu dikemudian hari". Kalau nanti kita sudah tidak di Jogja lagi, pasti akan merindukan hal-hal begini. Pasti. (HSA).