Purworejo, Jawa Tengah, Bener nggak sih kalau perbatasan antara satu daerah dengan daerah laen itu punya daya tarik tersendiri dan sayang untuk dilewatkan. Terutama untuk berfoto-foto. Alasannya ya karena ada jejak kenangan yang kita tinggalkan di daerah sebelumnya dan juga momen baru di kota berikutnya, ciee. Itu berlaku sih untuk orang yang gemar berpergian sepertiku. Biasanya selalu ada sedikit waktu yang disempatkan untuk berfoto di perbatasan kota atau tugu perbatasan.
Itu mengapa perjalanan kali ini tidak mungkin dilewatkan begitu saja, kudu harus mendapatkan koleksi foto baru yang sekiranya tidak hanya sebagai konten blog tapi buat story juga. Hehe. Jadi, bisa dibilang untuk pemburuan aset foto kali ini setengah direncanakan, setengah tidak.
Lokasi yang menjadi saksi perjalanan kali ini adalah perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih tepatnya di antara Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo. Keduanya memang berbatasan untuk memisahkan Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Seperti tapal batas perbatasan pada umumnya, perbatasan ini ditandai dengan tugu atau semacam monumen yang menjadi tanda. Bentuknya semacam gerbang yang memiliki dua sisi tulisan berbeda. Kalau dari arah DIY maka akan disambut dengan "selamat datang di Jawa Tengah", sementara bila dari arah sebaliknya akan disambut dengan "selamat datang di Daerah Istimewa Yogyakarta". 


Lumayan unik ya bentuk bangunannya gitu. Konon perbatasan daerah atau kota di Jawa itu sudah menjadi hal yang wajib sejak jaman kerajaan dulu, makanya dibangun dengan sedemikian rupa. Didaerah lain juga sama. Bahkan bisa dibilang tugu perbatasan akan menjadi ikon yang membuat orang akan mengingat akan sesuatu daerah. Aku ambil contoh di Sumatera misalnya, ikon perbatasan Provinsi Lampung yang dibuat begitu indah berupa topi adat berwarna keemasan dengan pinggiran ukiran khas lampung yang menurutku mirip bentuk tangan mengadah. Sementara di daerah asalku, yaitu di Riau lebih banyak menampilkan bentuk rumah adatnya.


Baca juga Lost in Kebumen Part 2: Alun-Alun Kota Kebumen ala Pasar Malam Dadakan

Peran tugu perbatasan itu penting loh. Selain yang tadi disebutkan sebagai tanda ucapan selamat datang atau selamat jalan, bisa jadi tugu perbatasan ini sebagai tanda luas wilayah suatu daerah, siapa yang tahu kalau tanpa adanya tugu perbatasan nanti wilayah suatu daerah dicaplok sama daerah lain. Bisa-bisa ntar jadi sumber keributan. Makanya tugu perbatasan itu penting. Sayangnya, masih banyak nih oknum-oknum pelaku vandalisme yang membuat kerusakan dengan mencoret-coret menggunakan cat semprot. Entah apa maksudnya, namun aku tak pernah respect sama aktifitas seperti ini. Semoga aja semua orang menjaga fasilitas umum seperti ini. Kalau bagus dan indah khan membanggakan. Bener nggak tuh? (HSA).

Terima kasih buat keponakanku yang hari ini jadi photografer dadakan. Hehe.




Tags: Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Purworejo, Fotografi, Yogyakarta