Hallo readers, ini adalah tulisan pertama saya setelah memutuskan untuk ganti domain menjadi domain bawaannya blogger. Beberapa orang sempet nanyain sih kenapa kembali ke blogspot lagi apakah karena tidak ingin memperpanjang domain yang sebelumnya saya pake atau karena ada hal lain, nah itu nanti akan saya ceritakan. Bakal ada feed khusus deh buat bahas masalah ini. Actually bukan masalah sih, ini cuma merupakan proses aja.Terakhir saya nulis pas ada kegiatan Kidz English Camp ya, itupun beberapa waktu yang lalu. Emang sih saya ceritanya lagi liburan tapi karena memang komputer sedang bermasalah jadinya tidak ada postingan sama sekali sampe mendekati akhir Februari. Baru sekarang bisa duduk manis didepan komputer untuk menulis.
Jadi semingguan yang lalu saya ke Kebumen loh readers, niatnya sih mengunjungi nenek saya yang memang asli Kebumen. Lalu sekalian saja bablas ke pantainya. Sebagai orang yang teerlahir sebagai traveler sejati rasanya nggak asik kalau cuma diam dirumah, ada sebuah dorongan "gue harus jalan-jalan", kira-kira seperti itu, maka jadilah jalan-jalan di waktu yang tidak terlalu banyak. 


Tempat pertama yang saya datangi adalah Pantai Karang Bolong. Namanya ini sering banget disebut sama ibu setiap cerita soal Kebumen. Makanya agak sedikit penasaranlah sama pantai yang satu ini. Tepat pukul 10.40 WIB saya meluncur dari Kecamatan Alian, tempat nenek saya, menuju lokasi pantainya. Kalau dilihat dari Googlemaps jaraknya sekitaran 40-45 KM lah atau sekitar 50 menitan dari titik awal saya memasang GPS tepatnya di daerah Kedung Bener. Karena ini murni hanya mengikuti GPS, rute yang disarankan adalah melalui Kebumen Kota lalu ketemu jalan besar dan menuju rute yang sama dengan Pantai Suwuk. Ada beberapa pantai yang bisa ditemui disepanjang pesisir ini. Makanya saya excited banget sama traveling sama kali ini. Sempet kehujanan juga sih dijalan, namun semua terbayar dengan keindahan pantainya.


Tepat pukul 11.50 WIB saya sampai di Pantai Karang Bolong. Sempat beberapa kali berhenti dan salah jalan membuat timingnya berbeda dengan perkiraan di GPS. Asli cuy diluar ekspetasi saya, ternyata pantainya masihsepi banget. Bahkan di TPR saya lewat begitu saja tidak dimintai karcis sama yang jaga, entah karena memang saya terlihat seperti warga lokal atau apa, hehe. Padahal dari artikel-artikel yang saya baca, tiket masuknya sekitaran Rp. 5.000, gitu. Lumayan lah. Pas diparkiran juga serasa ttidak ada apa-apa. Pantainya sih oke punya. Dari cerita mas-mas yang saya temui di pantai tersebut, katanya rame saat weekend. Beliau malah menyarankan ke Pantai Suwuk atau Petanahan. Well, total hanya sekitar 15 menitan saja saja saya dipantai Karang Bolong cuy, langsung puter balik menuju ke Pantai berikutnya. Bulu kuduk agak merinding sih membayangkan cuma sendirian di pulau, tidak ada siapa-siapa gitu. Hih. 

Intip yuk foto-foto cihuynya




















Pantai Suwuk dan Petanahan not bad lah cuy. Ditempat ini saya menjumpai beberapa rombongan yang main meskipun jam ditangan menunjukkan pukul 12.15 WIB. Pas tepat tengah hari. Di pantai Suwuk saya sempet membeli kacang rebus, duduk di kursi panjang menghadap ke pantai, dan hampir saja ketiduran. Cukup lama sih menikmati keindahan pantainya sebelumnya akhirnya memutuskan untuk pulang. Destinasi selanjutnya adalah Pantai Petanahan. Jadi total ada tiga pantai yang saya datangi di hari yang sama. Mantep nggak tuh. Puji Tuhan pantai terakhir ini mantep banget cuy. Sebuah pantai yang bisa dibilang mirip Pantai Parangtritis Jogja namun ada rimbunan cemara sebagai pemanisnya. Angin lautnya bikin ngantuk cuy. Bahkan saya sempat berfikir kalau besok ke pantai ini lagi wajib bawa tikar buat berleha-leha menikmati hidup. Sungguh tidak mengecewakan(HSA).