Museum In Memoriam Jenderal Besar Soeharto berdiri sejak tahun 2013 silam gaes. Tepatnya didirikan secara resmi pada 8 Juni 2013 dan lokasinya terletak di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Bangunan ini dibangun untuk mengenang sang jenderal besar H. M. Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia gaes. Disini kita bisa belajar banyak soal masa-masa Pak Harto (panggilan untuk H. M. Soeharto_red) saat masih di kemiliteran, saat menjabat sebagai presiden, hingga masa-masa di akhir pemerintahannya. Karenanya disini banyak sekali benda-benda yang related banget sama prestasi pemerintahan dan achievement Pak Harto lainnya; juga terdapat perpustakaan mini yang berisi buku-buku biografi. Buku-buku tebal yang berisi hampir setiap program kerja yang terjadi selama 32 tahun pemerintahan Pak Harto sebagai presiden Republik Indonesia. Di pintu masuk museum kamu sudah menemukan patung besar Pak Harto lengkap dengan data diri lahir dan tanggal wafatnya. Lalu ada relief, patung-patung serta benda-benda lain yang memiliki nilai historis yang menggambarkan perjalanan hidup seorang Pak Harto.
As we know, Pak Harto merupakan asli putra daerah kelahiran Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu. Beliau bahkan tidak pernah malu mengakuinya gaes. Di salah satu sudut museum bahkan ada patung ilustrasi yang menggambarkan masa kecil Pak Harto yang semasa kecilnya beraktifitas seperti layaknya anak desa lainnya, semisal angon sapi, memancing, dll. Selain kesan anak desa yang begitu melekat, Pak Harto juga begitu dikenal sebagai jenderal besar di kemiliteran. Beliau resmi bergabung di kemiliteran sejak 5 Oktober 1945 dan sejak itulah karir militernya terus menanjak dan menjadi pemimpin besar di kemiliteran. Beberapa jabatan penting yang pernah beliau emban misalnya saat menjadi Komandan Brigade Mataram dalam penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi, Pangdam Diponegoro, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (PANGKOSTRAD), dan yang paling terkenal tentu saja saat memimpin penyerbuan Serangan Oemoem 1 Maret yang berhasil menaklukan kota Yogyakarta selama 6 jam. Peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret sangat begitu berkesan dalam perjalanan karir militer Pak Harto bahkan bagi bangsa Indonesia sendiri. Berkat peristiwa inilah dunia membuka matanya lebar-lebar akan keberadaan kedaulatan Republik Indonesia.
Baca juga Gagahnya Candi Prambanan dan Cerita Nyi Roro Jograng yang Melegenda
Baca juga Gagahnya Candi Prambanan dan Cerita Nyi Roro Jograng yang Melegenda
Pak Harto menjadi presiden sejak 12 Maret 1967 melalui pengangkatan oleh MPR sementara, dan resmi menjadi presiden sejak 27 Maret 1968 ( Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968 ) untuk lima tahun pertama. Istilah Orde Baru begitu melekat dan mewarnai perjalanan sang jenderal selama mengemban amanah sebagai presiden Republik Indonesia. Pak Harto begitu gencar untuk memajukkan Indonesia melalui sekator perekonomian dan infrastruktur. Program "Rencana Pembangunan Lima Tahun" menjadi pedoman Pak Harto yang kemudian mengkukuhkannya dengan gelar sebagai Bapak Pembangunan. Pak Harto resmi mengundurkan diri sebagai presiden Republik Indonesia sejak 21 Mei 1998 dan digantikan oleh B.J. Habibie. Orde baru dan pemerintahan Pak Harto di Indonesia memang menjadi sebuah rangkaian cerita yang begitu panjang untuk diceritakan, namun sekali lagi beliau selama 32 tahun ini cukup untuk membangun Indonesia. Presiden yang terkenal dengan sebutan The Smilling General atau Jenderal yang selalu tersenyum ini begitu dikenang hingga sekarang. Munculnya meme-meme "Penak jamanku toh?" seakan menjadi kerinduan banyak orang pada beliau. Sosok sederhana, berwibawa, tegas, dan amanah membuat Pak Harto amat menginspirasi banyak orang.
Di museum Soeharto ini kamu bisa menemukan banyak hal-hal dan nilai-nilai sejarah yang penting banget untuk dipahami gaes. Pak Harto adalah tokoh besar bagi bangsa Indonesia, melalui museum ini kamu bisa belajar banyak dari beliau. Hanya dengan merogoh kocek yang tidak sampai Rp. 10.000,- kamu bisa mendapatkan semua ilmu dan hal inspiratif lainnya.
Letaknya juga tidak sulit untuk ditemukan. Museum Soeharto ini berjarak 10 KM dari kota Jogja. Lokasinya juga dekat dengan kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Akses jalannya juga mudah sehingga kamu bisa mengunjunginya kapan saja. Jam bukanya mulai pukul 09.00 wib gaes. Partner traveling saya kali adalah Alfi Anggraeni dan mas fotografer Taufik Hidayat yang selalu setia mengabadikan setiap moment perjalanan saya. Hehe. (HSA).
Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA







