Danau yang konon mampu menampung air sebanyak 400.000 M3 menjadi destinasi traveling saya kali ini. Embung Tambakboyo sejatinya bukan sebuah obyek wisata. Embung yang berupa danau buatan ini dibangun sebagai sarana irigasi dan persediaan air. Namun karena lokasinya cukup bagus dan adem akhirnya menjadi sebuah public area dimana akan mendadak ramai saat pagi maupun sore oleh pengunjung yang rata-rata beraktifitas ala jogging mengelilingi danau. Seiring perkembangan waktu, Embung Tambakboyo menjadi sebuah tempat yang bisa dijadikan tempat nongkrong ciamik dan recommended bagi kamu yang ingin menikmati sunset dengan cara yang berbeda. Embung yang terletak sekitar 1 KM dari kampus Universitas Pembangunan Negeri Veteran (UPN) di daerah ringroad utara ini sekarang sudah ada pilihan aktifitas yang menarik semisal memancing ikan, menikmati jagung bakar, kacang rebus, pacaran, hingga hanya sekedar menikmati malam turun sambil melihat orang yang lalu-lalang.







Untuk urusan foto-foto, Embung Tambakboyo bisa dibilang lumayan memiliki spot unik. Favorit saya adalah jembatan yang ada di sisi timur, dan juga disepanjang jalannya. Seperti sore itu, niat banget mau foto-foto di Embung Tambakboyo sampe-sampe  membawa Vespa yang digunakan sebagai properti tambahan. Tidak sendirian. Saya ditemani oleh Dian Septiani dan Taufik Hidayat, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang konon katanya juga memiliki kegemaran berfoto-foto ria di tempat wisata.
 



Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp. 2.000,- untuk karcis masuk dan Rp. 2.000,- untuk parkir, rasany terbayar dengan senja dan segala keindahan yang kami temukan disini. Untuk mencapai Embung Tambakboyo juga tidak susah, karena ada di Googlemaps, tinggal searching by GPS aja. Hehe. (HSA).

Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA