Traveling kali ini tujuannya adalah Candi Sambisari. Sebuah candi yang terletak tidak jauh dari kota Jogja. Lebih tepatnya sekitar 12 km ke arah timur dan hanya berkisar 4 km sebelum sampai ke komplek Candi Prambanan. Menurut seumber yang didapat dari internet, Candi Sambisari ini termasuk dalam kategori candi Siwa (Hindu) yang konon dibangun pada abad ke -9 oleh Rakai Garung, seorang raja dari Wangsa Sanjaya sebelum Rakai Pikatan. Rakai Garung memerintah kerajaan Mataram kuno antara tahun 827 sampai dengan 847 masehi.


Bangunan candi ini berukuran 50m x 48m. Terdapat bangunan candi utama dan candi pendamping. Didalamnya terdapat patung-patung yang juga sama persis seperti patung yang bisa ditemukan di Candi Prambanan, yaitu patung Agastya, Ganesha, dan Durga Mahisasuramardini. Uniknya, tidak ada patung Siwa di candi Sambisari, patung yang ada ditengah bangunan adalah patung Yoni atau Lingga. Konon, Yoni atau Lingga ini memiliki makna kesuburan. Dari sumber wikipedia yang saya temukan sih Yoni atau Lingga ini diartikan sebagai sumber, asal, sarang, rumah, tempat duduk, kandang, tempat istirahat, tempat penampungan air, dan lain-lain. Dalam buku Kama Sutra dan dalam kaitannya dengan batu candi, yoni berarti pasangan lingga yang merupakan simbol dari alat kelamin wanita. Pasangan lingam-yoni dalam arti ini juga dikenal pada situs sejarah warisan dunia Mohenjo-daro di Pakistan. Yoni merupakan sebuah objek cekung atau berlubang, yang melambangkan kemaluan wanita. Waduh. Eh jangan ngeres dulu ya guys, kalau ditelisik dari sisi historis yang dikaitkan dengan pemikiran, pasti ada makna yang dahsyat dibalik penciptaannya.


Baca juga Traveling Cihuy Bareng FRAVEL.ID ke Candi Borobudur Hingga Pantai Sundak Gunungkidul

Selain nilai historis dan ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan saat berwisata ke bangunan peninggalan sejarah, ada hal yang lain bisa menarik perhatian.Salah satunya adalah spot menarik yang bisa ditemukan di bangunan ini. Beberapa spot nya memang cukup instagrammable banget, terutama pada bagian rumput-trumput hijau, dinding candi, dan gazebo-gazebo yang ada di komplek candi. Kapanpun kamu datang ke candi ini pasti akan puas dengan pemandangan dan kesejukkannya.
Seperti hari itu, saya ditemani Mirnawati, seorang mahasiswa keperawatan dari Universitas Aisisyah Yogyakarta. Kami berangkat dari kota Jogja sekitar pukul 11.30 dan sampai dilokasi hanya sekitar 20 menitan. 

Yuk intip keseruan kami disini.

 

 

 




Untuk mencapai lokasi candi, kamu harus melewati Bandara Adi Sucipto. Candi ini letakny di Sambisari, Kalasan, tepatnya di Desa Purwomartani. Ada perbedaan jarak tempuh kalau menggunakan motor dengan mobil, yang pastinya kalau menggunakan mobil harus sedikit lebih lama dikarenakan traffic didepan bandara kerap padat merayap di jam-jam tertentu. Tapi semua itu akan terbayar lunas dengan segala keindahannya. Tiket masuknya juga terjangkau banget. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk dan parkir kendaraan. Kalau ingin merasakan pikinik beneran bisa membeli cemilan dari warung-warung yang ada di luar komplek candi. (HSA).

Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA