Kalau kamu sering ke destinasi wisata Tebing Breksi pasti tidak asing dengan Candi Ijo. Candi Ijo bersebelahan dengan Tebing Breksi atau lebih tepatnya berada di tenggara Candi Ratu Boko dan sekitar 14 Kilometer dari kota Jogja. Jarak tempuhnya kalau dari kota Jogja sekitar 20-30 menitan pada jam-jam non sibuk.
Candi ini terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan dan masih masuk di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dikenal sebagai Candi Ijo karena lokasi komplek candi nya yang memang dikelilingi dataran hijau atau lebih dikenal dengan sebutan Gumuk Ijo. Pemandangan persawahan dan perbukitan yang mengelilingi Candi cukup menyegarkan mata. Sejak beberapa waktu terakhir Candi Ijo cukup dinikmati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak menghabiskan waktu untuk menikmati sunset dari atas ketinggian.
Baca juga Benteng Vredeburg Yogyakarta, Saksi Bisu Perjuangan di Era Kemerdekaan dan Spot Foto Yang Instagrammable
Baca juga Benteng Vredeburg Yogyakarta, Saksi Bisu Perjuangan di Era Kemerdekaan dan Spot Foto Yang Instagrammable
Sore itu saya cukup mengakui keindahannya. Warna orange keemasan berbalut mega berwarna merah menjadikan suasana begitu syahdu. Romantis banget.Apalagi saya kembali dengan ditemani dengan gadis cantik yang juga adik junior semasa kuliah yaitu Iin Puji Lestari. Iin sih sudah terbiasa dengan hal yang berbau sunset dan dataran tinggi. Gadis cantik asal Banjarnegara itu bilang di Jogja sudah terlalu banyak lokasi bagus untuk menyaksikan sunset. Hampir setiap tahun selalu ada tempat baru untuk menjadi destinasi menikmati matahari terbit dan tenggelam.

Sumpah menikmati sunset dari atas ketinggian itu romantis banget. Kali ini saya lebih tertarik untuk menikmati suasananya daripada menggali lebih lanjut soal nilai sejarah bangunan candinya. Berdasarkan sumber yang saya dapatkan dari wikipedia, ada beberapa bagian dari komplek candi. Candi induk yang sudah selesai dipugar menghadap ke barat. Di hadapannya berjajar tiga candi yang lebih yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Ketiga candi perwara ini menghadap ke arah candi utama, yaitu menghadap ke timur. Tiga candi kecil ini memiliki ruangan di dalamnya dan terdapat jendela kerawangan berbentuk belah ketupat di dindingnya. Atap candi perwara ini terdiri atas tiga tingkatan yang dimahkotai barisan ratna. Candi perwara yang berada di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.
Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Siapa itu? cari aja di internet. (HSA).
Wah, kali ini saya tidak punya foto bagus dan hanya jadi fotografer :(







