Siapa bilang Stonehenge hanya ada di Inggris? di Jogja juga ada sekarang, tepatnya didaerah Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Replika dari Stonehenge ini bisa dibilang cukup mirip sekilas ya, entah karena belum melihat aslinya, jadi kalau berdasarkan gambarnya sih lumayan mirip lah. Bentuk susunan batu dan alas rumputnya juga menyerupai aslinya. Menurut saya sih nyaris mendekati sempurna karya warga Jogja dalam hal desain dan me-replika bangunan Stonehenge yang fenomenal itu.


Sedikit info, konon Stonehende merupakan bangunan yang di bangun pada Zaman Perunggu, dan Neolitikum. Bangunan bersejarah ini terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris, atau sekitar 13 km barat laut Salisbury. Kalau di film Transformers "Revenge the Fallen" sih katanya bangunan ini salah satu bangunan yang dibangun oleh alien karena rasanya tidak mungkin dibangun oleh manusia biasa. Bagaimana tidak, bangunan yang berubah tumpukan batu-batu itu tentu saja berat dan membutuhkan alat yang luar biasa besar untuk menyusunnya nyaris sejajar dan berstruktur. Logikanya, berat batu-batunya bisa mencapai ribuan kilo tentu mustahil diangkat oleh manusia. Hal inilah yang menjadikan Stonehenge hingga sekarang masih menjadi misteri tentang bagaimana dan mengapa bangunan ini didirikan.


Stonehenge di Inggris

Kalau yang Stonehengenya Jogja tidak perlu dipertanyakan lagi, karena yang jelas Stonehenge di Jogja dibangun sebagai daya tarik wisata. Terbukti bahwa pengunjung atau wisatawan lokal banyak yang mengunjunginya. Ada yang penasaran, ada yang memang datang untuk mengabadikan momen, kebutuhan sosial media, hingga prewedding. Karena terhitung hasih baru dan lumayan hits, untuk memasuki Stonehenge Jogja kamu perlu merogoh kocek hingga Rp. 10.000,- plus bayar parkir lagi sebesar Rp. 2.000,- kalau naik motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Sementara untuk bisa prewedding di Stonehenge Jogja kamu perlu merogoh kocek sedikit dalam, yaitu sebesar Rp. 150.000,-.Ohya, kalau mau ke Stonehenge, kamu juga perlu mampir ke destinasi wisata yang terdekat dan juga sedang hits, yaitu The Lost World. Disini kamu akan melihat wahana lain yang juga sangat menarik. Kapan-kapan deh diceritain.


Ohya, jangan lupa untuk tetap membawa senjata yaitu kamera. Kalau memperhatikan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, tentu akan menyesal kalau tidak membawa kamera., seakan semua hal indah akan berubah pahit. Kamera ponsel cukup kok, asal jangan sampai kehabisan baterai ya. Nah, kebetulan banget pas saya ke Stonehenge saya masih sama Rusmi Yuneri, sahabat saya yang kebetulan mengambil Program Magister di Jogja tengah membawa OPPO F7, seri terbaru dari generasi F nya OPPO. Kualitas kameranya tidak diragukan lagi khan, seperti yang sudah pernah saya obrolin sebelumnya. Nah, dengan baterai yang kapasitasnya gede banget, jamin deh kamu tidak perlu takut kehabisan baterai kalau sedang traveling jauh dari pusat kota. Fitur fast chargingnya juga amat membantu, bisa tetap eksis pokoknya. Paling-paling kalau baterai dibawah 20%, siap-siap saja untuk menon-aktifkan paket data dan GPS, jangan langsung bikin story lah kira-kira. Karena dengan baterai tersisa 20% kamu masih bisa tuh mengcapture banyak foto dan video. (HSA).

Berikut hasil traveling saya di Stonehenge Jogja
















Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA