Sebenarnya yang mau saya bagikan ini latepost banget atau jadi throwback lah. Candi Prambanan bisa dibilang sebagai destinasi wisata yang paling sering saya kunjungi selama di Jogja. Alasannya adalah karena saya pernah training tour guide disini jadi punya akses masuk gratis ke komplek candi nya. Dulu semasa kuliah di Tamansiswa saya pernah training selama satu bulan di Candi tertinggi di Jawa itu. Aktifitasnya ya belajar jadi seorang pemandu wisata, menghapalkan setiap detail bangunan, sampai hal-hal seperti belajar hospitally hingga belajar cara showing the way kepada pada turis mancanegara. Karena memang berangkat dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris jadi lumayan tidak terlalu sulit untuk beradaptasi. Terbukti dari semua peserta training saya yang dapet turis paling banyak saat hunting.
Beberapa diantaranya sangat menarik. Misalnya ada Deborah Van Dijk yang asli dari Belanda. Ketika mengobrol eh nyambung banget, ternyata doi adalah mahasiswa ilmu sejarah di kampungnya. Ketika saat bahas soal peran Belanda pada masa kolonial di Indonesia, doi malah hanya senyum-senyum sambil sering berceletuk "Oh ya, I dont know about that". Menurut cerita Debi, nama Indonesia sering disebut-sebut ketika sedang di kelasnya. Temennya juga banyak yang punya ikatan darah dengan orang Indonesia, misalnya kakeknya yang dari Indonesia atau sebaliknya. Debi sendiri bilang kalau sangat tertarik akan Indonesia terutama budayanya. Doi sudah belajar angklung dan gamelan yang menurutnya punya citarasa seni yang tinggi. Wah lumayan juga nih bule, saya sendiri malah belum pernah memainkan keduanya.
Banyak banget kejadian menarik yang saya temukan saat training guide dulu di Prambanan. Ada Thomas yang asal Swedia, kita ngobrolnya juga lumayan nyambung. Waktu itu kita ngobrol soal Yngwie Malmsteem, seorang gitaris terkenal asal Swedia. Doi kaget kalau saya kenal dengan Yngwie. Saya bilang saya seorang gitaris. Ada juga cerita soal Angelina yang ngebet mau foto sama saya karena katanya saya lucu. Lucu darimana, nggak tahu juga. Terus ada juga orang Malaysia yang menolak di guide-in karena katanya orang Indon bahasa Inggrisnya kalah sama orang Malaysia, terus ada orang India yang menyuruh saya buka sepatu saat memasuki candi. Katanya candi adalah bangunan suci bagi keyakinannya. Beberapa pengunjung yang sedang selfi mesra bahkan di usir dari candi, menurutnya menodai kesucian candi sebagai monumen religi bagi agama Hindu.
Sejak training selama sebulan disitu, sedikit banyak saya mulai hapal dengan sejarahnya Candi Prambanan. Yang paling menarik adalah soal legenda NYI RORO JONGRANG yang kerap dikaitkan dengan candi Prambanan, bahkan candi ini punya nama sendiri yaitu Candi Roro Jongrang. Konon menurut cerita, dulunya ada perempuan cantik di desa tersebut yang disukai oleh seorang raksasa bernama Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso ingin mempersuntingnya, namun Nyi Roro Jongrang selalu punya alasan untuk menolaknya. Hingga suatu ketika Nyi Roro Jongrang minta dibuatkan seribu candi dalam jangka waktu satu malam. Bandung Bondowoso yang sakti mandraguna menyanggupinya. Namun seperti yang sudah tertebak, selalu ada cara untuk menggagalkan usaha sang raksasa. Kegagalan itu membuat Bandung Bondowoso marah, merasa dicurangi akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Nyi Roro Jongrang menjadi batu. Jadilah salah satu patung di candi tersebut dianggap sebagai Nyi Roro Jongrang yang menjadi batu. Patung yang dimaksud adalah patung Durga Mahisasura, istri dari Siwa, yang terletak di ujung barat candi utama.
Setiap saya ke candi ini pasti akan coba ceritakan pada siapapun rombongannya. Selain untuk mengingatkan akan legenda lokal masyarakat Jawa, cerita tersebut sudah demikian melekat pada perjalanan sejarah candi Prambanan. Entah sudah beberapa kali ke candi ini, namun yang saya posting kali ini saat bareng temen saya namanya Sonia Ferlinda. Waktu itu saat ada tugas negara dari kampus untuk mengadakan partnership untuk salah satu mata kuliahnya yang berkaitan dengan bahasa Inggris untuk pariwisata. (HSA).
Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA









